Senin, 08 Juni 2015

Dia; Salah Satunya Merusak Isi Kepalaku

Dan guru pun sekarang bermuka palsu
Mengubah nilai palsu lantaran berteman dengan amplop baru
Amplop bersampul putih dengan isi tumpukan kertas merah jambu

Siswa pandai kini tak lagi dipakai
Yang terpenting semua beres, urusan selesai
Urusan perut, asal kenyang tak perlu malu
Walau awalnya menolak tersipu tapi akhirnya ya mau

Segalanya tumbuh dan berkembang dengan moral payah
Cita-cita bisa teraih dengan sangat mudah
Asal ya begitulah...
Amplop mana amplop: datanglah!

Dan kini
Mereka yang berhasil menata dasi
Memakai jas rapi
Dengan muka berseri
Hasil melapisi nilai dengan amplop lima centi
Meneriakkan kegembiraan tanpa sungkan lagi

“Ah.. jangan berpikir terlalu berat!”, kata televisi
Nyeletuk membangunkanku dari mimpi

24 Oktober 2014

0 komentar:

Posting Komentar