Senin, 13 Juli 2015

Ku Bilang,”.....”



Jam dinding itu jangan diajak bicara
Terlihat wanita setengah baya terus saja memandang arloji yang tak sama dengan jarum panjang yang terus memutar
Penghabisannya akan tamat kali ini
Ku bilang, “Apakah semua sudah termaafkan?”

Wanita itu kembali mondar-mandir
Menunggu apa-apa yang seharusnya datang
Dilihatnya di tepi jalan, namun hanya keranda mayat berjajar rapi menari menyambut
Ku bilang, “Masih saja keras kepala!”

Aku mengajakmu berdialog
Ku bilang, “Penjalanan ke akhirat jangan dibebani dengan dendam kesumat”
Wanita itu memalingkan muka
Ku bilang, “Sederhanalah membenci.”
Wanita itu menyumpal telinga
Ku bilang, “Bertobatlah!”
Wanita berteriak, lantas tergeletak

0 komentar:

Posting Komentar