Selarik sajak tiba-tiba muncul dari dalam mimpi buruk:
Menjelma menjadi ambyar kamboja pada aroma birahi yg menyeruak laju di tikung masa..
Alangkah pahitnya rindu, sayangku!
Sekali lagi ku kabarkan pedihnya risau ke puncak hitam
Pada segala malam sambil memenggal pucuk surga yg memahat namamu dengan liar liur kata asmara yang rabun dalam pekatnya kabut..
:: Selepas melupa tanpa sapa!
Senin, 13 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar